Rabu, Januari 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terancam Akibat Sengketa Lahan, Disdikbud Samarinda Tetap Optimis Bangun SMP 50

TERKINIKU.COM, SAMARINDA – Hadapi kendala serius berupa sengketa lahan dengan pihak lain, rencana pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 50 di Jalan Lobang Tiga, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, jadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Asli Nuryadin.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun ada hambatan, pihaknya tetap optimis proyek pembangunan sekolah tersebut akan berjalan sesuai rencana.

“Sengketa lahan ini terjadi meskipun Disdik Samarinda telah memegang surat kepemilikan lahan selama 24 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, dokumen tersebut seharusnya menjadi bukti kuat yang dapat mendukung klaim Disdik atas tanah yang dipersengketakan.

“Kita optimis. Apabila memang ada kesalahan, ada prosedur dan pihak berwenang yang bisa menentukan siapa yang sah memiliki lahan tersebut. Namun, saya yakin bahwa surat kepemilikan yang kami pegang selama 24 tahun ini cukup kuat,” bebernya.

Lebih lanjut, Asli menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan yang menyebutkan bahwa klaim pihak lain terhadap lahan tersebut tidak mencakup keseluruhan area yang direncanakan untuk pembangunan sekolah.

Dengan demikian, pembangunan SMP 50 masih bisa dilaksanakan, meskipun dengan halaman yang lebih terbatas. “

“Lokasi sekolah nantinya mungkin akan kurang ideal, tetapi kita akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Kami tetap memegang surat tanah yang sah,” tuturnya.

Selain itu, Asli Nuryadin juga menyoroti pentingnya proyek pembangunan SMP 50 dalam konteks pendidikan di Samarinda. Pembangunan sekolah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan jumlah siswa di SMP terdekat, yaitu SMP 16, yang juga berada di Kelurahan Loa Bakung.

Pemerintah Kota Samarinda telah merencanakan pembangunan sekolah terpadu SMP 16 di Jalan Jakarta, dengan luas lahan mencapai 2 hektare. Namun, SMP 16 hanya akan menyediakan tiga rombongan belajar di setiap angkatannya, sehingga keberadaan SMP 50 menjadi sangat penting untuk menampung kelebihan jumlah siswa.

“SMP 50 ini sangat penting untuk membantu mengurai jumlah siswa di SMP 16 yang terdekat. Dengan adanya SMP 50, kita dapat memastikan bahwa semua siswa mendapatkan ruang kelas yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif,” paparnya.

Disdikbud Samarinda akan terus berupaya menyelesaikan sengketa lahan ini melalui jalur hukum yang berlaku, serta memastikan bahwa proses pembangunan sekolah tidak terganggu.

“Kami yakin bahwa kebenaran akan terungkap. Terpenting adalah kita tetap fokus pada tujuan utama kita, menyediakan fasilitas pendidikan yang baik bagi anak-anak di Samarinda,” pungkasnya. (Ehd)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar