Rabu, Januari 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Selain Insentif, Jukir Dishub Samarinda Terima Upah Pungut dari Hasil Parkir

TERKINIKU.COM, SAMARINDA – Berembus kabar bahwa gaji para juru parkir (jukir) binaan akan dinaikkan sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR). Ide ini muncul seiring dengan rencana penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai dengan model parkir berlangganan.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menjelaskan bahwa gaji jukir binaan sebenarnya sudah setara dengan UMR sejak tahun 2023.

Namun, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani, mengungkapkan bahwa sistem tersebut dihentikan tahun ini karena dinilai kurang efektif.

“Dulu Rp3,2 juta sesuai UMR, tetapi karena kurang efektif, tahun ini kami menggantinya dengan insentif. Sekarang, jukir binaan hanya menerima insentif sebesar Rp400 ribu per bulan, dan itu hanya untuk mereka yang bertugas di titik e-parking,” jelas Didi.

Lebih lanjut, Didi menjelaskan bahwa selain insentif, jukir juga mendapatkan upah pungut dari hasil parkir. Sebab Dishub Samarinda mengatur persentase dari hasil parkir yang menjadi upah pungut untuk para jukir.

“Saat ini, kami hanya memiliki 20 jukir binaan yang aktif. Kami fokus meningkatkan kinerja dan kompensasi bagi mereka,” terangnya.

Dishub Samarinda telah mencoba memperluas sistem ini kepada lebih banyak jukir, tetapi hanya 20 yang tetap aktif dan efektif. Oleh karena itu, Dishub saat ini berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan insentif bagi jukir yang masih tersisa.

“Kami berika insentif sementara sembari memantau efektivitas sistem e-parking. Sebelumnya, meskipun gaji sudah sesuai UMR, sistem e-parking mereka tidak berjalan dengan baik,” ucap Didi.

Mengenai sistem parkir berlangganan, Didi mengungkapkan bahwa program ini masih dalam tahap uji coba. Jika pendaftarannya ramai, Dishub akan merekrut lebih banyak jukir.

“Jika sistem gaji UMR diterapkan, jukir tidak akan lagi menerima upah pungut, hanya gaji tetap. Tantangannya adalah tidak semua jukir setuju dengan sistem ini, karena mereka merasa hasil kerjanya tidak selalu sesuai dengan gaji tetap,” paparnya.

“Kami akan terus mensosialisasikan dan mengimplementasikan program ini untuk memastikan keberhasilannya,” sambungnya memungkasi. (Ehd)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar