Rabu, Januari 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kejanggalan Dalam Beberapa Aksi dan Penjarahan

Terkiniku.com, Nasional – Aksi demontrasi meluas di berbagai daerah pada pekan terakhir Agustus 2025. Masyrakat mulai resah dan berharap adanya evaluasi mengenai tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta kebijakan pemerintah lainnya.

Sejumlah massa aksi berakhir ricuh. Banyak fasilitas umum, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan kantor polisi yang dibakar sebab menjadi sasaran amukan massa.

Rumah pejabat publik dan beberapa anggota DPR turut menjadi sasaran perusakan serta penjarahan. Demonstrasi awalnya mendesak evaluasi kinerja dan kebijakan tunjangan anggota DPR yang tinggi.

Aksi lanjutan berlangsung pada (28/8/2025) di Jakarta dan sejumlah daerah yang kemudian berakhir ricuh. Aparat kepolisian melakukan tindakan represif pada massa aksi. Akibatnya seorang pengemudi ojek online meregang nyawa.

Meninggalkan pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan memicu kemarahan publik. Apalagi, Affan meninggal akibat dilindas mobil rantis Brimob.

Sementara itu, sejumlah aktivis mencium adanya kejanggalan dalam berbagai tindakan perusakan dan pembakaran demonstran.

Dikhawatirkan, berbagai tindakan anarkis tersebut justru sengaja dilakukan secara terorganisir untuk memprovokasi. Hal ini berpotensi membuat tindakan pengamanan massa aksi menjadi lebih represif.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan, pihaknya menemukan pola serupa saat pecah kerusuhan peristiwa Mei 1998. Metode yang digunakan, kata Isnur, sengaja dilakukan untuk memancing amarah dan tindakan kerusuhan.

“Metode yang memang dibangun aktor-aktor kekuasaan ya dan mereka memancing warga melakukan kerusuhan gitu.”

Provokator tersebut berbeda dengan massa aksi. Massa aksi turun ke jalan untuk menyampaikan pendapat. Sementara provokator lebih sistematis dan terorganisir.

Berita ini dilansir dari tirto.id

(mlt)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar