Sabtu, Januari 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Kaltim Pastikan Perbaikan Pelindung Jembatan Rampung Awal Tahun Depan

Terkiniku.com, Samarinda – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur memastikan proses perbaikan pelindung jembatan atau fender yang sebelumnya rusak akibat tertabrak ponton kini mulai dikerjakan secara intensif.

“Alhamdulillah, kedua perusahaan penabrak jembatan sudah bertanggung jawab penuh dan pihak asuransi juga telah membayar klaim ganti rugi sehingga perbaikan bisa berjalan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle di Samarinda, Sabtu.

Ia meminta publik untuk memulihkan nama baik PT Tujuh Samudra dan PT Best yang sebelumnya sempat dinilai tidak kooperatif akibat adanya sumbatan informasi.

Sabaruddin menjelaskan bahwa miskomunikasi sempat terjadi antara BBPJN, pihak pekerja, dan DPRD karena adanya proses transisi pergantian Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

Saat ini PT Tujuh Samudra yang menabrak fender telah menunjukkan iktikad baik dengan progres pengerjaan yang mulai terlihat nyata di lapangan.

Sedangkan PT Best yang sebelumnya menabrak tiang (pier) empat jembatan telah menyelesaikan tanggung jawab fisik dan kini tinggal menunggu proses administrasi penagihan.

Politisi ini menegaskan bahwa kontrak perbaikan telah disepakati selama 180 hari kalender untuk mengembalikan fungsi pengamanan jembatan tersebut.

Target penyelesaian proyek diperkirakan rampung pada Oktober hingga November tahun ini, atau paling lambat pada awal tahun depan jika terdapat kendala teknis.

Pihak BPJN juga telah memberikan wewenang penuh kepada konsultan pengawas untuk memantau kinerja kontraktor secara ketat agar hasil sesuai spesifikasi.

Capaian progres fisik di lapangan tercatat baru mencapai 6,23 persen dengan fokus utama saat ini pada persiapan pemancangan tiang fondasi.

Kendala teknis terbesar yang dihadapi kontraktor pelaksana adalah padatnya lalu lintas kapal yang melintas tepat di area kerja bawah jembatan.

DPRD akan memfasilitasi rapat koordinasi bersama KSOP, Pelindo, dan Dinas Perhubungan guna membahas rekayasa lalu lintas sungai agar pengerjaan tidak terganggu.

Percepatan perbaikan ini dinilai sangat mendesak karena kondisi pelindung jembatan saat ini benar-benar kosong tanpa pengaman (dolphin).

Situasi tanpa pelindung tersebut menimbulkan kekhawatiran besar akan risiko kerusakan struktur utama jembatan jika insiden tabrakan kembali terulang dalam waktu dekat.
(Fan/Adv DPRD Kaltim)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar