Terkiniku.com, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk mengawal revitalisasi pembinaan olahraga prestasi di Benua Etam, khususnya cabang olahraga arung jeram.
Melalui unsur pimpinan dewan, DPRD Kaltim menekankan perlunya pergeseran paradigma dari sekadar rutinitas organisasi menjadi gerakan masif pencarian bakat hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Lembaga legislatif ini menilai bahwa potensi geografis Kaltim harus dikelola dengan manajemen kompetisi yang profesional agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kebanggaan daerah.
“Sebagai representasi rakyat sekaligus pembina, saya melihat urgensi mendesak untuk merombak pola pembinaan agar lebih progresif dan tidak sentralistik. Kita harus jemput bola ke daerah-daerah yang memiliki potensi alam sungai,” tegas Wakil Ketua I DPRD Kaltim sekaligus Ketua Umum FAJI Kaltim, Ekti Imanuel di Samarinda, Kamis (4/12/2025).
Ekti memastikan bahwa DPRD akan berperan aktif dalam memastikan sinergi lintas sektor berjalan efektif.
“DPRD Kaltim berkomitmen mengawal sinergi antara pemerintah provinsi, KONI, dan pengurus cabang agar kebijakan serta anggaran yang ada benar-benar berdampak langsung pada lahirnya atlet berkualitas. Jangan sampai ada bakat pemuda Kaltim yang terbuang percuma hanya karena minimnya panggung kompetisi di daerah mereka,” tambahnya.
Ia pun menetapkan standar tinggi bagi kepengurusan baru ini. “Orientasi kita jelas dan tidak bisa ditawar, bendera Kaltim harus berkibar di podium tertinggi nasional maupun internasional, dan itu menuntut kerja keras yang solid dan responsif dari kita semua,” pungkasnya.
Dorongan dari DPRD Kaltim ini diterjemahkan ke dalam strategi konkret berupa instruksi untuk memperbanyak frekuensi kejuaraan di tingkat lokal. DPRD memandang bahwa “jam terbang” adalah investasi terbaik bagi mentalitas atlet.
Oleh karena itu, pengurus FAJI periode 2025–2029 didesak untuk segera menyusun kalender kegiatan yang padat dan terukur. Langkah ini dinilai sebagai upaya paling riil untuk menjaga keberlanjutan regenerasi atlet, sehingga Kaltim tidak mengalami kekosongan talenta di masa depan.
Selain aspek kompetisi, DPRD Kaltim juga menyoroti pentingnya profesionalitas dalam tata kelola organisasi olahraga. Sinergi yang dibangun tidak hanya sebatas seremonial, melainkan kerja teknis di lapangan yang melibatkan pembinaan sumber daya manusia, pelatih, hingga perangkat pertandingan.
Dengan dukungan politik anggaran dan kebijakan dari legislatif, diharapkan cabang olahraga arung jeram mampu bertransformasi menjadi industri olahraga yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memicu dampak positif bagi sektor pariwisata daerah.
(Fan/ADV DPRD Kaltim)



