Sabtu, Januari 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Proyek Pengalengan Ikan di Bontang Disorot DPRD Kaltim, Nilai Tambah Laut Jadi Fokus Hilirisasi

Terkiniku.com, Samarinda – Upaya pemerintah mendorong hilirisasi di sektor perikanan mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, mengapresiasi rencana pembangunan industri pengalengan ikan di Kota Bontang yang tengah dijajaki oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Ia menilai, percepatan hilirisasi menjadi salah satu langkah konkret menuju struktur ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Tentunya sebagai anggota DPRD, saya sangat mendukung pengembangan industri yang ada di Kaltim,” katanya.

Bontang menjadi salah satu daerah dengan potensi besar di sektor kelautan. Karena itu, Shemmy mendorong pengembangan industri pengalengan ikan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan. Proyek tersebut disebut selaras dengan karakteristik wilayah pesisir di dapil yang ia wakili.

Hilirisasi perikanan diharapkan berlangsung melalui optimalisasi fasilitas yang tersedia di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau, termasuk pemanfaatan infrastruktur, penyerapan hasil tangkapan, hingga pemasaran produk olahan.

Proyek pengalengan ikan tersebut juga diharapkan mampu menstabilkan harga ikan yang kerap berfluktuasi akibat musim melaut. Dengan adanya industri pengolahan, hasil tangkap yang melimpah tetap bisa terserap sehingga nelayan mendapatkan kepastian pendapatan.

Rencana ini melibatkan kerja sama antara Pemkot Bontang, koperasi nelayan, dan calon investor. Jika terlaksana, industri pengalengan diproyeksikan membuka peluang investasi maritim yang lebih luas dan membuka lapangan kerja baru.

“Selain menciptakan pekerjaan untuk masyarakat lokal, hilirisasi ini bisa menstabilkan pendapatan nelayan. Mereka punya kepastian harga maupun penjualan,” pungkas Shemmy. (Fan/ADV DPRD Kaltim)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar