Minggu, Januari 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Kaltim Dorong Telemedicine dan Ikatan Dinas, Solusi Cepat Atasi Krisis Nakes

Terkiniku.com, Samarinda – Minimnya tenaga kesehatan (Nakes) yang masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi layanan kesehatan di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan tajam dari DPRD Kaltim.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut dan harus diatasi dengan solusi strategis, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebagai solusi jangka pendek yang dinilai realistis, DPRD Kaltim mendorong perluasan pemanfaatan layanan kesehatan berbasis digital atau telemedicine.

“Pemanfaatan teknologi ini perlu didukung oleh infrastruktur jaringan internet yang kian membaik di sejumlah wilayah Kaltim,” tutur Andi Satya.

Andi Satya menekankan, kehadiran dokter secara fisik tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah sulit jangkau.

“Dengan telemedicine, masyarakat tetap bisa berkonsultasi dengan tenaga medis tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan yang jauh. Ini membantu masyarakat di daerah yang sulit dijangkau,” jelas politikus dengan latar belakang dokter tersebut.

Meski demikian, DPRD Kaltim menegaskan bahwa solusi digital tidak dapat berdiri sendiri. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan secara struktural, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi (PT), khususnya institusi pendidikan kesehatan.

“Peran lembaga pendidikan sangat strategis dalam menyiapkan tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kerja sama dengan perguruan tinggi harus diperkuat. Ini kunci untuk mengejar ketertinggalan tenaga kesehatan di daerah,” tegasnya.

Dirinya mengingatkan bahwa tanpa sinergi yang terencana, upaya pemenuhan nakes akan berjalan lambat.

Untuk solusi jangka panjang dan berkelanjutan, Andi Satya juga mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim agar segera menyiapkan program beasiswa ikatan dinas bagi putra-putri daerah yang berminat mengambil pendidikan kesehatan.

Skema ini dinilai efektif karena lulusan beasiswa diwajibkan kembali mengabdi di wilayah asalnya, terutama di daerah terpencil dan perbatasan (3T).

“Kita harus menyiapkan regenerasi tenaga kesehatan secara terencana dan berkelanjutan, agar persoalan kekurangan SDM ini tidak terus berulang setiap tahun. Solusi harus komprehensif, dari digitalisasi hingga investasi pada SDM lokal,” pungkasnya.
(Fan/Adv DPRD Kaltim)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar