Home Nasional Akar Masalah Whoosh Bukan Pada Negosiasi Utang, Tetapi Pemeriksaan Tokoh yang Terlibat

Akar Masalah Whoosh Bukan Pada Negosiasi Utang, Tetapi Pemeriksaan Tokoh yang Terlibat

0
ilustrasi kereta cepat. sumber: pexels

Terkiniku.com, Nasional – Aktivis ’98 sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyoroti dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Proyek ini dibangun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu Ubed menilai persoalan utama proyek tersebut bukan pada negosiasi ulang dengan China. Melainkan pada buruknya tata kelola pemerintahan.

Ia mengatakan, bukan hanya pihak Danantara atau KAI yang perlu diperiksa. Tim yang melakukan lobi ke China, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan serta sejumlah pejabat lain perlu diperhatikan.

“Perlu dicek juga siapa saja tim yang lobi ke China untuk restrukturisasi utang.”

Ubed menilai, negosiasi dengan China tidak menyelesaikan dasar permasalahan. Ia menegaskan, inti persoalan adalah dugaan korupsi dalam tata kelola proyek Whoosh.

“Masalahnya adalah adanya tanda-tanda korupsi dalam proses pembangunan kereta cepat.”

Selain itu, ia juga menyoroti risiko menambahkan jangka waktu pengembalian utang yang dianggap justru membebani negara lebih lama. Sementara, Dugaan korupsi dalam proyek ini merupakan inti persoalan yang perlu diusut. (mlt)

Berita ini dilansir dari tribun kaltim

Exit mobile version