Terkiniku.com, Nasional – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Lolly Suhenty menuturkan, lembaganya kini fokus meningkatkan kemampuan para pengawas pemilu mengawasi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada pelaksanaan pemilu mendatang.
“Dalam konteks penggunaan AI, kami menyiapkan berbagai upaya peningkatan kapasitas di jajaran pengawas pemilu supaya mereka tidak gagap.”
Lolly menjelaskan, Bawaslu akan menggaet banyak pakar teknologi informasi serta siber untuk merumuskan formula terbaik melakukan penguatan pengawasan ruang digital terkait pemilu.
Menurut dia, para pengawas pemilu akan mengalami kesulitan mengawasi penggunaan AI terkait pemilu apabila tidak dibekali dengan kemampuan yang relevan.
“Karena secanggih apa pun niat untuk melakukan pengawasan, kalau tidak diimbangi kecanggihan beradaptasi dengan teknologi maka dia akan kesulitan.”
Selain itu, Lolly juga menyinggung soal anggaran untuk program penguatan kapabilitas pengawas. Kini, anggaran cukup terbatas, tetapi dia memastikan pengawasan ruang digital tetap menjadi prioritas lembaganya.
“Sesuatu yang sudah kita tahu akan berpotensi menimbulkan masalah yang besar, berdampak besar, tapi karena tidak ada anggaran lalu tidak dilakukan upayanya? Bagi Bawaslu itu tidak mungkin.”
Lebih lanjut, Lolly mengatakan, penggunaan AI tidak sepenuhnya dilarang. Hanya saja, tidak boleh berlebihan dan harus tetap dalam koridor yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi.
“Penggunaan AI itu harus ada dalam batas yang wajar, tidak boleh ada manipulasi yang berlebihan,” pungkas Lolly. (mlt)
Berita ini dilansir dari antaranews



