Selasa, Januari 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Kaltim Dorong Modernisasi Pertanian dan Regenerasi Petani Demi Swasembada

Terkiniku.com, Samarinda– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur tengah memfokuskan upaya percepatan swasembada pangan melalui strategi regenerasi sumber daya manusia (SDM) dan modernisasi alat. Langkah ini diambil sebagai respons mendesak terhadap kondisi demografi petani di Benua Etam yang kian menua, serta tantangan kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi.

Anggota DPRD Kaltim, Guntur, menegaskan bahwa kunci keberhasilan swasembada bukan sekadar pada luas lahan, melainkan pada kemampuan daerah mencetak petani milenial yang didukung teknologi mekanisasi.

“Sekarang petani kita di atas 70 persen itu tua. Nah, sebenarnya sekarang ini bagaimana kita menggalakkan petani muda, petani milenial? Petani milenial sendiri dia harus membuat satu kelompok, terus dia juga mau enggak mau berlumpur,” ujar Guntur menjelaskan tantangan regenerasi petani.

Upaya konkret yang didorong legislatif adalah penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) modern. Guntur menilai, anak muda enggan bertani jika masih menggunakan cara konvensional yang identik dengan lumpur dan kerja fisik berat. Oleh karena itu, penerapan teknologi seperti penggunaan drone untuk penyemprotan dan alat tanam otomatis menjadi solusi mutlak untuk mengubah citra pertanian menjadi sektor yang menjanjikan dan modern.

Selain teknologi, perlakuan khusus terhadap lahan di Kaltim juga menjadi sorotan. Tingginya zat asam dan besi di tanah Kaltim memerlukan sterilisasi rutin menggunakan kapur dolomit setiap tiga kali masa tanam.

“Ada cara tanam kita pakai alat, kayak di Jawa. Terus bagaimana cara penyemprotannya kan ada sekarang pakai drone. Nah, kalau ini kita galakkan saya yakin dan percaya potensi kita luar biasa, lahan kita luar biasa,” tambah Guntur optimistis.

Legislator ini juga mencontohkan keberhasilan pembinaan petani semangka di Desa Menamang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, yang mampu menghasilkan panen signifikan. Selain itu, potensi pemanfaatan lahan eks tambang dan lahan tadah hujan juga tengah dimaksimalkan dengan rekayasa teknologi, seperti pembuatan sumur bor bertenaga surya untuk irigasi. Guntur menekankan bahwa pemerintah harus hadir dalam menyiapkan sarana dan prasarana agar profesi petani menjadi pilihan utama, bukan alternatif.

“Tinggal kita petani-petani milenial ini menyiapkan sarana dan prasarananya. Mereka luar biasa karena tidak ada orang mati jadi petani. Tapi malah kalau enggak ada petani kita mati. Apa yang kita mau makan? Apa yang mau kita beli? Enggak mungkin,” pungkasnya.
(Fan/ADV DPRD Kaltim)

ARTIKEL TERKAIT

MEDIA SOSIAL

1,559FansSuka
1,377PengikutMengikuti
1,159PelangganBerlangganan
- Advertisment -spot_img

berita terkini

Komentar