Terkiniku.com, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menaruh perhatian serius terhadap persoalan rendahnya serapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menunjukkan indikasi kegagalan serius pada tahap perencanaan program.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyoroti bahwa kondisi ini merupakan sinyal yang tidak dapat diabaikan, mengingat serapan anggaran menjelang akhir tahun anggaran kerap tidak mencapai target optimal.
Ananda mengungkapkan data mengejutkan bahwa pada bulan November, masih ditemukan sisa anggaran dalam jumlah besar, bahkan mencapai hampir 40 persen dari total pagu.
Kondisi ini sangat ironis mengingat waktu pelaksanaan kegiatan hampir berakhir, dengan batas akhir penyelesaian kegiatan yang ditetapkan pada 20 Desember.
“November masih ada sisa anggaran hampir 40 persen. Ada yang salah dari perencanaannya,” ungkap Ananda Emira Moeis.
Untuk itu, dirinya menekankan bahwa rendahnya serapan anggaran tidak bisa semata-mata disebabkan oleh faktor teknis pelaksanaan.
Legislator Karang Paci ini menilai bahwa akar masalah terletak pada perencanaan yang kurang matang dan sistematis sejak awal tahun.
“Pola kerja yang tidak disiplin dalam menyusun jadwal kerja dan pelaksanaan program menyebabkan kegiatan menumpuk di akhir tahun, sehingga tidak dapat diserap atau dilaksanakan tepat waktu,” ucap Ananda.
DPRD Kaltim menyatakan akan memperketat fungsi pengawasan terhadap proses perencanaan dan penganggaran di setiap OPD.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa persoalan serapan anggaran yang buruk ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun.
Ananda berharap, agar persoalan ini teratasi secara fundamental, kebijakan percepatan tender (lelang dini) harus segera ditetapkan oleh Pemprov Kaltim.
Penetapan kebijakan tersebut akan memungkinkan penyesuaian jadwal kerja yang lebih terstruktur dan efisien, sehingga program dapat dimulai sejak awal tahun.
“Melalui pengawasan yang lebih ketat dan perencanaan yang lebih baik, kami berharap pelaksanaan APBD dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tutup Ananda.(Fan/Adv DPRD Kaltim)



