Terkiniku.com, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, kembali menegaskan pentingnya penataan ulang pemanfaatan alur-alur sungai di wilayahnya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penekanan ini muncul setelah ia menyoroti bahwa banyak alur sungai di bawah jembatan yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pendapatan.
Hasanuddin mengungkapkan bahwa Kaltim memiliki sekitar sepuluh jembatan yang menjadi jalur lintasan utama kapal dan memerlukan layanan pemanduan serta asistensi yang terorganisir.
Namun, ironisnya, saat ini baru satu jembatan yang memberikan kontribusi pendapatan resmi kepada pemerintah daerah, itupun melalui kerja sama dengan Pelindo.
“Dari sepuluh jembatan yang memerlukan layanan pemanduan kapal, baru satu jembatan yang memberikan pemasukan ke daerah. Sembilan lainnya justru dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat hingga perusahaan swasta. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa seluruh kontrak kerja sama pengelolaan alur sungai, termasuk layanan pemanduan kapal di bawah jembatan, harus dikonsolidasikan dan dilakukan melalui perusahaan daerah (Perusda).
Tujuan utama langkah ini adalah untuk memastikan akuntabilitas dan penerimaan PAD yang maksimal.
Melalui Perusda, pemerintah daerah dapat berkolaborasi secara formal dengan operator yang kompeten seperti Pelindo.
“Jika seluruh kerjasama dikonsolidasikan melalui Perusda, maka pendapatan daerah dapat meningkat secara signifikan,” tukas Hasanuddin.
Diakahir, dirinya melihat alur Sungai Mahakam sebagai peluang besar yang selama ini terabaikan.(Fan/Adv DPRD Kaltim)



