Terkiniku.com, Samarinda – Kenaikan kasus HIV di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kaltim. Anggota Komisi IV, Fuad Fakhruddin, menilai peningkatan kasus sejak awal tahun menunjukkan bahwa edukasi publik dan upaya deteksi dini belum berjalan optimal.
Dinas Kesehatan Kaltim sebelumnya mencatat 495 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Juli 2025. Samarinda menjadi daerah dengan kasus tertinggi sebanyak 209, diikuti Balikpapan 167 kasus. Sisanya tersebar di Bontang 40 kasus, Kutai Kartanegara 31 kasus, Paser 21 kasus, Berau 11 kasus, Penajam Paser Utara 10 kasus, Kutai Barat 5 kasus, dan Mahakam Ulu 1 kasus.
“Ini menjadi alarm bagi kita. Pemerintah harus segera melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Fuad.
Ia menilai penyebaran HIV semakin sulit dikendalikan karena informasi tentang pola penularan dan pencegahan belum tersampaikan secara luas. Fuad menyebut perubahan pola pergaulan dan meningkatnya perilaku berisiko turut memengaruhi tren kasus di Kaltim.
Fuad mendorong Dinas Kesehatan untuk meningkatkan intensitas penyuluhan, terutama di sekolah, lingkungan pemuda, dan komunitas masyarakat. Menurutnya, edukasi yang tepat dapat membantu orang tua memahami risiko yang dihadapi anak-anak, sehingga pengawasan keluarga dapat berjalan lebih efektif.
Selain edukasi, ia juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dan akses layanan kesehatan yang lebih merata. Wilayah dengan lonjakan kasus diminta menjadi prioritas dalam kampanye pencegahan dan pemeriksaan.
Fuad menyebut pengendalian HIV tidak hanya terkait masalah kesehatan, tetapi juga ketenangan masyarakat. Ia berharap langkah cepat dan terukur dapat dilakukan pemerintah agar penyebaran bisa ditekan.
“Kita berharap koordinasi antara Dinas Kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan baik agar penanganan bisa lebih efektif,” kata Fuad.
(Fan/ADV DPRD Kaltim)



