Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan, tim SAR gabungan operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali menemukan tujuh jenazah.
Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor Cilacap menjadi sebelas jiwa, per kemarin sore.
“Selain itu, tim juga menemukan dua potongan tubuh yang kemudian diidentifikasi milik satu nama.”
Sementara itu, rincian korban, dua jenazah ditemukan pada hari pertama, satu jenazah pada hari kedua, serta delapan jenazah di hari ketiga.
Aam melanjutkan, jumlah orang yang masih dalam pencarian dalam peristiwa longsor Cilacap menjadi sebanyak 12 jiwa. Usai melaksanakan briefing, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPPD, TNI dan Polri serta relawan langsung turun ke lapangan mulai pukul 07.30 WIB pagi.
Tim SAR gabungan menyisir area terdampak longsor yang meliputi tiga dusun yaitu Dusun Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan Upaya pencarian dilakukan dengan membagi lima wilayah sektor kerja. Sebanyak 520 personel SAR gabungan dikerahkan guna percepatan operasi SAR terhadap kejadian longsor pada Kamis lalu ini.
Pada hari ketiga, penambahan alat berat dilakukan untuk mendukung operasi pencarian. Tujuh unit eskavator diaktifkan untuk menggali dengan hati-hati titik lokasi yang diduga terdapat korban jiwa di dalamnya.
Namun, tingginya timbunan material longsor bervariasi antara 2-8 meter sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian dengan cepat jika menggunakan peralatan sederhana. (mlt)
Berita ini dilansir dari tirto.id



