Terkiniku.com, Samarinda – Upaya menjaga kemurnian suara rakyat dan integritas demokrasi di Kalimantan Timur (Kaltim) kini memasuki fase krusial. Tidak sekadar menjalankan tahapan prosedural, penguatan kelembagaan pengawas pemilu didorong untuk bergerak lebih taktis dan terintegrasi guna memitigasi segala potensi kerawanan dalam pesta demokrasi.
Hal ini menjadi benang merah kehadiran Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi, dalam forum strategis “Rembug Pengawasan serta Penguatan Kelembagaan Tata Kelola Pengawasan Pemilu dan Pemilihan” yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Kaltim, Senin (1/12/2025).
Dalam pandangan legislatif, forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah langkah “jemput bola” untuk menyatukan frekuensi antar-elemen penegak hukum dan penyelenggara pemilu. Subandi menekankan bahwa upaya pengawasan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Diperlukan orkestrasi yang rapi antara Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta unsur Sentra Gakkumdu yang melibatkan Kepolisian dan Kejaksaan.
Sinergitas lintas sektoral yang melibatkan unsur Polda Kaltim dan Kejati Kaltim dalam forum ini dinilai sebagai langkah konkret untuk mempercepat respons terhadap potensi pelanggaran. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa setiap celah kecurangan dapat dideteksi dini dan ditindak dengan tegas sesuai koridor hukum, sehingga sengketa pemilu dapat diminimalisir.
“Momentum seperti ini harus dimaksimalkan untuk memperkuat komitmen bersama. Kita sedang berupaya menjaga marwah demokrasi dan integritas pemilu di Bumi Etam agar berjalan di atas rel yang benar,” tegas Subandi.
Lebih jauh, upaya penguatan tata kelola ini juga menyasar peningkatan partisipasi publik. DPRD Kaltim mendorong agar Bawaslu tidak hanya kuat di sisi penindakan, namun juga masif dalam edukasi politik. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pengawasan partisipatif di mana masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi “cctv” alami yang turut mengawasi jalannya kontestasi.
Melalui konsolidasi ini, DPRD Kaltim optimistis bahwa berbagai tantangan elektoral dapat dihadapi dengan kesiapan sistem yang matang. Upaya kolektif ini diharapkan mampu menjadikan Kalimantan Timur sebagai barometer praktik demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berintegritas di tingkat nasional, di mana hasil pemilu benar-benar merepresentasikan kehendak rakyat tanpa noda kecurangan.
(Fan/ADV DPRD Kaltim)



