Terkiniku.com, Samarinda – Realisasi anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim tercatat menjadi salah satu yang terendah hingga akhir November 2025. Kondisi ini mendapat sorotan dari DPRD Kaltim, khususnya terkait urgensi pemenuhan fasilitas pendidikan tingkat menengah atas di berbagai wilayah.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, meminta Disdikbud menyusun program penganggaran yang lebih tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Terutama bagi warga di daerah yang masih kesulitan mengakses pendidikan layak.
“Ini sejalan dengan visi misi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Presiden RI yang memprioritaskan pendidikan,” ujarnya.
Fuad menegaskan, berbagai program yang sudah dijalankan Pemprov Kaltim seperti GratisPol dan JosPol menunjukkan bahwa sektor pendidikan merupakan prioritas utama. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi banyak kendala.
Salah satu persoalan mendasar adalah minimnya jumlah SMA Negeri, yang membuat jarak tempuh siswa ke sekolah menjadi sangat jauh.
“Jarak sekolah terlalu jauh, sehingga masyarakat berharap pembangunan atau dukungan kegiatan belajar-mengajar dapat segera direalisasikan,” sambungnya.
Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman. Kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan juga masih kekurangan SMA Negeri di sejumlah kecamatan.
Karena itu, Fuad mendorong Disdikbud Kaltim untuk segera memenuhi kebutuhan masyarakat terkait pembangunan unit sekolah baru maupun penguatan fasilitas yang sudah ada.
“Masyarakat ingin anak-anak mereka mendapat pendidikan yang baik dan bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan realisasi anggaran bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Kaltim yang perlu dipastikan tetap mendapatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. (Fan/ADV DPRD Kaltim)



