Terkiniku.com, Nasional – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kekhilafannya mengundang akademisi berlatar belakang zionis Peter Berkowitz.
Sebelumnya, pada Pengenalan Sistem Akademik Program Pascasarjana (PSAU) Sabtu (23/8/2024) lalu, Berkowitz diundang sebagai pembicara. Selain itu, ia juga menjadi narasumber pada Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) Jumat (15/8/2025).
Padahal, Berkowitz memiliki pandangan pro-israel yang tampak dari tulisan-tulisannya. Dari beberapa artikel, ia menilai bahwa penajajahan Israel pada Palestina merupakan hak membela diri.
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Negeri Indonesia (MWA UI) meminta maaf atas kekhilafannya tidak memperhatikan secara seksama mengenai narasumber yang diundang.
“Semata-mata karena kekurangcermatan saya melakukan seleksi dan mengundang narasumber.”
Yahya mengatakan, pandangannya dan PBNU terkait Palestina tidak mengalami perubahan. Pihaknya tetap mendukung Palestina untuk mempunyai negara merdeka dan berdaulat.
Berita ini dilansir dari Harian Disway
(mlt)
