TERKINIKU.COM, SAMARINDA – Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulita Manalu, tanggapi keluhan para sopir angkot di Kota Tepian, dengan menjelaskan perbedaan antara angkot dan ojek online (ojol).
Menurut Manalu, ojol adalah kendaraan sewa yang dapat mengantar penumpang dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus mengikuti jalur tertentu, berbeda dengan angkot yang harus tetap pada trayek yang sudah ditentukan.
Manalu menyoroti bahwa saat ini hanya sebagian kecil angkot yang menjalani uji berkala.
“Saat ini, hanya sebagian kecil angkot yang melakukan uji berkala. Informasi terbaru menunjukkan hanya sekitar 15-16 kendaraan yang mematuhi aturan ini,” papar Manalu.
Dengan itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak sekali angkot saat ini tidak memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan terkait ojol diatur oleh pemerintah pusat dan Kementerian Perhubungan. Manalu menekankan bahwa para sopir angkot harus mematuhi semua aturan yang berlaku, termasuk izin KIR dan izin trayek.
“Dari segi kenyamanan dan keselamatan, banyak angkot tidak memenuhi uji berkala,” ujarnya.
Lanjutnya, pada tahun 2003, ada sekitar 1.500 unit angkot yang terdaftar, akan tetapi sekarang banyak yang telah diubah menjadi kendaraan pribadi.
“Mungkin hanya tersisa sekitar 400-an angkot yang masih beroperasi,” bebernya.
Manalu menekankan bahwa pilihan transportasi sangat bergantung pada preferensi masyarakat. Dimana masyarakat memilih berdasarkan kenyamanan dan pelayanan yang diberikan.
“Melihat kondisi fisik angkot saat ini, tidak mengherankan jika masyarakat lebih memilih ojol,” ucapnya.
Manalu juga mengatakan bahwa tidak adil memaksa masyarakat untuk menggunakan angkot. Sebab hal ini sama halnya dengan memilih maskapai penerbangan.
“Ini soal pilihan konsumen,” tambahnya.
Sebagai penutup, Manalu mengimbau agar angkutan kota yang masih beroperasi meningkatkan kualitas pelayanan dan mematuhi semua perizinan yang diperlukan, baik izin trayek maupun uji berkala.
“Kalau ditanya apakah Samarinda akan menerapkan pembatasan seperti di Balikpapan, kami belum mengkaji ke arah tersebut,” tandasnya. (Ehd)
