TERKINIKU.COM, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa strategi penanganan banjir yang diterapkan selama dua setengah tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang positif.
Sejak memulai jabatannya pada 2021, Andi Harun telah memfokuskan upayanya pada normalisasi sungai, revitalisasi drainase, pengelolaan sampah, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kolaborasi dalam mengatasi masalah banjir.
“Dalam upaya kami untuk mengatasi banjir, kami juga telah memulai proses konsolidasi tanah dan bangunan serta menerapkan konsep pengembangan perkotaan untuk mengatasi kawasan kumuh di Samarinda,” ujar Andi Harun.
Ia menyadari bahwa kawasan kumuh adalah hasil dari urbanisasi yang tidak terhindarkan, namun menekankan bahwa fokus utama pemerintah kota adalah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat memberikan dampak langsung pada masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Tujuan kami adalah memastikan bahwa APBD benar-benar menyasar pada masalah-masalah yang dihadapi oleh warga, bukan sekadar proyek-proyek yang tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan mereka,” tegas Andi Harun.
Dalam hal pengendalian banjir, Andi Harun mengungkapkan bahwa konsolidasi tanah dan bangunan melibatkan pemindahan bangunan ilegal dan pembebasan area di sepanjang sungai. “Kami memindahkan bangunan yang berada di atas kawasan sungai dan membebaskan area tersebut, yang selama ini menjadi penyebab banjir. Langkah-langkah ini telah dilakukan selama dua tahun terakhir,” katanya.
Revitalisasi drainase juga menjadi bagian dari strategi untuk memastikan aliran air dan hujan dapat langsung menuju sungai tanpa terhambat. Selain itu, Andi Harun menambahkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan berbagai ahli, termasuk akademisi dan geolog, untuk menyusun master plan penanganan banjir yang komprehensif.
“Kami bekerja sama dengan ahli untuk merancang master plan yang akan membantu kami dalam menangani banjir secara lebih efektif,” pungkas Andi Harun. (Ehd)
