Home Advertorial Keamanan Wisata Berau Disorot, Penangkaran Buaya Diusulkan Jadi Alternatif

Keamanan Wisata Berau Disorot, Penangkaran Buaya Diusulkan Jadi Alternatif

0
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah (Fan)

Terkiniku.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menekankan pentingnya kajian menyeluruh untuk menjamin keamanan wisatawan di kawasan Labuan Cermin, Biduk-Biduk, Berau. Dorongan tersebut muncul setelah adanya permintaan masyarakat terkait kemungkinan pembangunan penangkaran buaya sebagai solusi atas kekhawatiran wisatawan.

“Keberadaan buaya di kawasan Labuan Cermin dinilai dapat menghambat pengembangan UMKM dan sektor pariwisata setempat,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pembangunan penangkaran buaya yang tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata baru. Namun, rencana tersebut membutuhkan kajian matang, baik dari aspek lokasi maupun kebutuhan anggaran.

Selama ini, isu kemunculan buaya kerap menimbulkan kekhawatiran dan berdampak pada aktivitas wisata seperti penyelaman. Karena itu, penangkaran dinilai dapat menjadi alternatif untuk memastikan rasa aman pengunjung sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem.

Potensi besar pariwisata Berau, lanjutnya, harus ditopang oleh faktor keamanan yang memadai. Ia menilai penangkaran buaya dapat memberi kontribusi nyata apabila dikelola tepat dan tidak memerlukan biaya berlebihan.

“Jika penangkaran tersebut mampu menjadi potensi baru yang memberikan kontribusi pendapatan daerah, langkah ini patut dipertimbangkan,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar dari dapil Bontang, Kutai Timur, dan Berau ini juga meminta Pemprov melalui Dinas Pariwisata Kaltim untuk mulai meninjau rencana tersebut sebagai peluang pengembangan destinasi.

Syarifatul menegaskan bahwa penentuan lokasi dan mekanisme penangkaran harus dirumuskan dengan tepat.

“Mengingat buaya tidak dapat disingkirkan atau dimusnahkan, penangkaran menjadi pilihan yang paling memungkinkan sebagai solusi jangka panjang,” pungkasnya.
(Fan/ADV DPRD Kaltim)

Exit mobile version