
Terkiniku.com, Samarinda – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, kembali menyoroti kebutuhan mendesak untuk penambahan tenaga gizi di daerah.
Krisis Sumber Daya Manusia (SDM) ini dikhawatirkan akan menghambat upaya penurunan stunting dan gizi buruk, yang masih menjadi tantangan serius di Kaltim.
Ananda menjelaskan bahwa kekurangan tenaga gizi telah menyebabkan pemantauan tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal.
Lebih jauh lagi, intervensi gizi spesifik yang seharusnya dilakukan untuk mencegah masalah gizi belum menjangkau seluruh sasaran yang membutuhkan.
“Situasi ini secara langsung memperbesar risiko stunting dan gizi buruk pada anak-anak Kaltim,” kata Ananda.
Menanggapi masalah ini, Ananda Emira Moeis menegaskan bahwa kekurangan SDM gizi tidak boleh dibiarkan berlarut.
Ia secara spesifik mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim untuk segera memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi kesehatan di daerah.
“Dinas Kesehatan harus memperkuat kolaborasi dengan UMKT, UNMUL, dan politeknik kesehatan lainnya. Mahasiswa yang sedang menjalani praktik lapangan dapat menjadi dukungan awal untuk menutup kekosongan tenaga di lapangan,” ujar Ananda.
Untuk itu, dirinya menawarkan solusi cepat untuk mengisi kekosongan tenaga di fasilitas layanan dasar seperti Posyandu dan Puskesmas.
Selain solusi jangka pendek melalui kolaborasi, DPRD Kaltim juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan.
Kata Ananda, tujuannya adalah memastikan pemerintah daerah menjadi lebih agresif dan proaktif dalam menyusun strategi pemenuhan kebutuhan tenaga gizi secara permanen.
“Percepatan pemenuhan SDM penting dilakukan agar target penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara menyeluruh, demi masa depan anak-anak Kaltim,” tutup Ananda.
Dirinya menekankan pentingnya langkah cepat dan terstruktur dalam mengatasi krisis SDM ini.
(Fan/Adv DPRD Kaltim)