Home Advertorial DPRD Kaltim Desak Transparansi Perbaikan Jembatan dan Buru Pajak Plat Luar

DPRD Kaltim Desak Transparansi Perbaikan Jembatan dan Buru Pajak Plat Luar

0
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz (Dok pribadi)

Terkiniku.com, Samarinda– Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz menegaskan bahwa koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tidak boleh hanya sekadar di atas kertas. Ia mendesak adanya jadwal kunjungan bersama ke lokasi perbaikan jembatan yang sempat viral akibat tertabrak kapal tongkang, guna memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat mengenai progres pengerjaan aset tersebut.

“Saya minta jadwal bersama Kabidnya tadi bahwa kita bersama-sama nih supaya tidak ada dusta di antara kita semua; DPR, masyarakat, dan juga yang lain kita ke TKP. Apa yang sudah, apa yang belum, progresnya sudah sampai mana?” ujar Giaz di Samarinda.

Menurut Giaz, keterbukaan informasi sangat krusial agar tidak timbul spekulasi negatif di tengah masyarakat. Publik berhak mengetahui sejauh mana tanggung jawab pihak penabrak telah direalisasikan, mengingat selama ini informasi yang beredar lebih banyak berfokus pada insiden tabrakan, namun minim kabar mengenai penyelesaian perbaikannya.

Selain menyoroti infrastruktur, Giaz juga tengah menyiapkan strategi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor. Ia menyoroti banyaknya kendaraan operasional perusahaan, khususnya truk, yang mencari nafkah dan membebani jalan di Kaltim namun masih menggunakan plat luar daerah. Ia berencana turun langsung menemui para pengusaha tersebut.

“Saya akan lakukan itu dalam waktu dekat. Artinya bos tolonglah, bos kan cari uangnya di Kaltim. Dan untuk menambah PAD Kaltim biar kita sama-sama. Bos kan yang merusak jalanan ini lalu lalang, tapi enggak bayar pajaknya ke Kaltim,” tegasnya.

Politisi muda ini menekankan pendekatan persuasif namun tegas akan dilakukan. Pihaknya akan menelusuri kepemilikan armada truk dari supir di lapangan hingga ke pemilik perusahaan untuk meminta mutasi ke plat KT (Kalimantan Timur), memanfaatkan momentum pembebasan Bea Balik Nama yang sedang berlaku.

“Kita akan datangin, tanya supirnya, siapa nama bosnya. Kita coba ngobrol baik-baik. Ayolah, gantilah plat KT. Supaya apa? Kita sama-sama cari makan di sini, uangnya untuk di sini,” pungkas Giaz.
(Fan/ADV DPRD Kaltim)

Exit mobile version