Terkiniku.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menegaskan pentingnya penguatan peran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai lembaga strategis berbasis riset. Penguatan tersebut dinilai krusial untuk mendukung visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju “Generasi Emas” Kalimantan Timur.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengatakan BRIDA harus ditempatkan sebagai motor penghasil rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kajian ilmiah. Menurutnya, riset yang dilakukan tidak boleh bersifat umum, tetapi harus menjawab kebutuhan dan tantangan nyata di daerah.
“BRIDA ini seharusnya menjadi rujukan utama pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan. Karena itu, fokus risetnya harus jelas dan menyentuh isu-isu prioritas di Kaltim,” ujar Andi Satya usai rapat bersama mitra kerja.
Ia menyebut, Komisi IV mendorong BRIDA untuk memprioritaskan riset pada sektor mitigasi bencana, mengingat Kaltim merupakan wilayah yang rawan banjir dan bencana ekologis lainnya. Selain itu, riset terkait hilirisasi produk unggulan daerah juga dinilai penting untuk mendorong nilai tambah ekonomi lokal.
Tak hanya itu, evaluasi kebijakan pemerintah daerah juga menjadi salah satu fokus yang diminta Komisi IV untuk diperkuat. Andi Satya menilai, banyak kebijakan yang perlu dikaji ulang secara ilmiah agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV juga menyoroti persoalan kelembagaan BRIDA yang dinilai masih belum tuntas. Menurut Andi Satya, masalah struktur dan penguatan kelembagaan harus segera diselesaikan agar tidak menjadi penghambat kinerja riset dan inovasi di daerah.
“Kalau aspek kelembagaannya belum kuat, tentu akan berdampak pada kinerja. Ini yang kami minta agar segera dibenahi oleh pemerintah provinsi,” tegasnya.
Selain BRIDA, Komisi IV DPRD Kaltim turut menaruh perhatian serius terhadap kondisi sarana literasi dan kearsipan daerah. Gedung perpustakaan yang berlokasi di Jalan Juanda, Samarinda, disebut kerap terdampak banjir sehingga mengganggu layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, kondisi gedung arsip di Jalan Bung Tomo, Samarinda, juga dinilai memprihatinkan akibat kerusakan struktural. Andi Satya menyebut kondisi tersebut berisiko terhadap keamanan dokumen penting milik daerah.
Atas dasar itu, Komisi IV merekomendasikan adanya renovasi total terhadap gedung perpustakaan serta pembangunan gedung arsip baru yang lebih modern dan representatif.
“Langkah ini dinilai penting agar layanan literasi, riset, dan pengelolaan arsip di Kalimantan Timur dapat berjalan optimal dan sejalan dengan visi pembangunan daerah ke depan,” tutupnya.
(Fan/Adv DPRD Kaltim)
