Home Advertorial Wacana Rute Kuala Lumpur Akan Dibuka, DPRD Kaltim Wanti-Wanti RS Lokal Tingkatkan...

Wacana Rute Kuala Lumpur Akan Dibuka, DPRD Kaltim Wanti-Wanti RS Lokal Tingkatkan Kualitas

0
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, M. Husni Fahruddin (Fan)

Terkiniku.com, Samarinda – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional Samarinda-Kuala Lumpur melalui Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) disambut dengan kewaspadaan serius oleh Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).

Kemudahan akses ke Malaysia dinilai berpotensi meningkatkan drastis kecenderungan masyarakat Kaltim untuk berobat ke luar negeri, sehingga kondisi ini harus dijadikan “alarm” bagi rumah sakit lokal untuk segera meningkatkan standar dan kualitas pelayanan.

Komisi II menuntut agar peningkatan layanan publik secara menyeluruh, terutama di sektor kesehatan, harus menjadi prioritas utama daerah sebagai penyeimbang dari ekspansi rute internasional ini.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, M. Husni Fahruddin, atau yang akrab disapa Ayub, menekankan bahwa ekspansi rute ke luar negeri merupakan momen krusial yang menuntut peningkatan kualitas layanan publik secara menyeluruh, tidak hanya pada sektor transportasi tetapi juga layanan kesehatan.

Hal ini diungkapkannya sejalan dengan rencana pembukaan rute penerbangan internasional yang akan menghubungkan Samarinda dan Kuala Lumpur.

“Jika rute menuju Kuala Lumpur benar-benar dibuka, tentu mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi, termasuk yang mencari layanan medis,” kata Ayub.

Ia menyoroti bahwa dengan rute yang lebih singkat dan mudah, daya tarik fasilitas medis di Negeri Jiran akan semakin kuat, sehingga kecenderungan masyarakat Kaltim untuk mencari layanan medis di sana diperkirakan akan semakin meningkat.

Kondisi ini harus dijadikan pertimbangan serius bagi rumah sakit lokal untuk segera meningkatkan standar pelayanan mereka.
Menurut Ayub, Kaltim perlu segera mengambil langkah konkret.

“Kaltim perlu memastikan rumah sakit, terutama yang berada di level kedua, dapat memberikan layanan yang kompetitif agar masyarakat tidak selalu mengandalkan fasilitas kesehatan di luar negeri,” sambungnya.

Ia menambahkan, persaingan dengan fasilitas medis luar negeri ini mestinya menjadi pemacu semangat bagi pihak rumah sakit dan pemerintah daerah untuk berinvestasi secara signifikan dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Peningkatan yang dituntut oleh legislatif ini mencakup aspek modernisasi peralatan medis, pengembangan spesialisasi tenaga kesehatan, serta perbaikan menyeluruh pada pengalaman pasien (patient experience).

“Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan pilihan yang kuat dan menarik bagi warga, memastikan mereka tetap memilih berobat di dalam provinsi,” tuturnya.

Peningkatan layanan di dalam provinsi, tegas Ayub, harus menjadi prioritas mutlak.
Selain aspek layanan kesehatan, Ayub juga menyoroti sektor infrastruktur transportasi pendukung.

Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan layanan kesehatan adalah dua sisi mata uang dari kesuksesan rute internasional ini.

Keduanya harus berjalan beriringan agar Kaltim mampu mengelola lonjakan mobilitas dan memaksimalkan manfaat dari jalur penerbangan baru tersebut.

Merespons potensi lonjakan mobilitas dan tantangan yang menyertainya, DPRD Kaltim menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan mereka.

Pengawasan ini akan menyasar secara spesifik pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, kesiapan transportasi publik pendukung, serta seluruh fasilitas yang terkait dengan operasional Bandara APT Pranoto sebagai gerbang internasional.

“Kompetisi dengan fasilitas medis luar negeri mestinya menjadi pemacu agar kualitas layanan kesehatan kita semakin baik. Peningkatan layanan di dalam provinsi harus menjadi prioritas,” tutup Ayub.

Dirinya kembali menegaskan bahwa hanya dengan kesiapan yang maksimal di dua sektor ini, Kaltim dapat memanfaatkan peluang rute internasional tanpa mengorbankan kualitas layanan publik di daerah sendiri.

(Fan/ADV DPRD Kaltim)

Exit mobile version